Bandar Lampung, 15 Februari 2026 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Fakultas Hukum Universitas Lampung menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Rapat Rutin, Arisan sekaligus Tausiyah Agama dengan Tema: Tarhib Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H” pada Jum’at, 13 Februari 2026, pukul 11.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Transit Senat

Prof. Abdulkadir Muhammad, Gedung A Fakultas Hukum.

Kegiatan dihadiri oleh seluruh anggota dan pengurus Dharma Wanita Unsur Pelaksana Fakultas Hukum Universitas Lampung. Rapat rutin dipimpin langsung oleh Ketua DWP Unsur Pelaksana Fakultas Hukum, Ny. Dyah Koesoemawardani Fakih, serta turut dihadiri Wakil Ketua I Ny. Larasati Irzal, Wakil Ketua II Ny. Titik Budiyono, Wakil Ketua III Ny. Nisa Rudi, beserta para pengurus dan anggota.

Dalam sambutannya, Ny. Dyah Koesoemawardani Fakih menyampaikan bahwa tema yang diusung bertujuan untuk mempersiapkan diri menjelang bulan suci Ramadhan. Ia berharap seluruh peserta yang hadir dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam menjalani ibadah puasa, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri.

Pada agenda tausiyah agama, DWP menghadirkan penceramah, Nunung Rodliyah, yang merupakan dosen pada Bagian Hukum Keperdataan Fakultas Hukum Unila. Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Nunung Rodliyah, M.A. menjelaskan bahwa tradisi tarhib atau menyambut Ramadhan merupakan bentuk penghormatan terhadap bulan yang penuh keagungan, keberkahan, dan kesempatan pembinaan diri bagi umat manusia.

Beliau menuturkan bahwa Ramadhan bukanlah bulan yang datang secara biasa, melainkan bulan istimewa yang disambut Rasulullah SAW dengan penuh kemuliaan. “Rasulullah SAW menyambut Ramadan dengan memberikan kehormatan atas kedatangannya. Ini menunjukkan bahwa bulan yang akan datang bukan bulan sembarangan, melainkan bulan yang memiliki nilai agung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Nunung menekankan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang kemampuan menahan amarah, menjaga lisan, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan sesama manusia. Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh, mempererat silaturahmi, berbakti kepada orang tua, saling memaafkan dalam keluarga, serta menghindari perilaku yang tidak baik terhadap sesama.

Menutup ceramahnya, beliau mengingatkan bahwa esensi puasa adalah pengendalian diri dan pembentukan disiplin spiritual. Ramadhan menjadi latihan agar manusia menyadari bahwa kehidupan dunia tidaklah kekal, melainkan kehidupan akhiratlah yang abadi.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arisan sebagai bagian dari agenda rutin, serta ditutup dengan sesi foto bersama di taman, mempererat kebersamaan dan silaturahmi antaranggota DWP Fakultas Hukum Unila. (RS).