Bandar Lampung , 3 Agustus 2026– Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Universitas Lampung mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kerja Sama Regional yang diselenggarakan pada Kamis, 30 Juli 2026, bertempat di Sekretariat DWP Universitas Lampung, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini mengangkat tema “Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan dalam Optimalisasi Pemanfaatan Ekoenzim untuk Kesuburan Tanaman Aquaponik dalam Rangka Ketahanan Pangan di Dharma Wanita Persatuan Universitas Lampung.” Tema tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota DWP dalam memanfaatkan limbah organik menjadi ekoenzim serta mengembangkan budidaya aquaponik sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari program tim pengabdi Universitas Lampung yang diketuai oleh Dr. Dewi Sartika, S.TP., M.Si., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., Munti Sarida, S.Pi., M.Sc., Ph.D., dan Simparmin Br. Ginting, S.T., M.T.. Pada pelaksanaan kegiatan, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng. berhalangan hadir sehingga penyampaian materi dan pendampingan dilaksanakan oleh tim pengabdi yang hadir. Meskipun demikian, kegiatan berlangsung dengan lancar, interaktif, dan mendapat antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep dasar ekoenzim, mulai dari manfaat, proses pembuatan, hingga penerapannya sebagai pupuk organik cair yang dapat meningkatkan kesuburan tanaman. Tim pengabdi juga menjelaskan bagaimana ekoenzim dapat menjadi solusi dalam mengurangi limbah organik rumah tangga sekaligus mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Setelah sesi teori, peserta mengikuti praktik secara langsung. Pada praktik pembuatan ekoenzim, peserta mempelajari tahapan pemilihan bahan organik, pencampuran dengan gula merah dan air, serta teknik fermentasi yang benar agar menghasilkan ekoenzim berkualitas. Selanjutnya, peserta mendapatkan pelatihan membuat instalasi aquaponik sederhana. Praktik dimulai dari melubangi pipa menggunakan bor, merangkai instalasi aquaponik, memasang seluruh komponen, hingga menanam bibit hasil penyemaian pada media tanam yang telah disiapkan. Seluruh peserta terlibat aktif dalam setiap tahapan sehingga memperoleh pengalaman langsung yang dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias menggali informasi mengenai pemanfaatan ekoenzim dan teknik budidaya aquaponik, serta berbagi pengalaman terkait penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Universitas Lampung semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat serta mampu mengembangkan budidaya aquaponik sebagai salah satu alternatif dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pemberdayaan perempuan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang produktif.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Universitas Lampung dan Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung pengembangan masyarakat yang mandiri, peduli lingkungan, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Diharapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan dan disebarluaskan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga maupun masyarakat sekitar. (RS).






